Pengemis yang punya ilmu

bersyukurlah, karena masyarakat miskin kita nggak bodoh, terbukti dengan adanya pengemis yang antri di berbagai pusat perbelanjaan di jakarta. Mereka tahu bahawa ini adalah saat-saat yang tepat untuk mendapat hasil yang banyak. Sesungguhnya mereka sedang menerapkan prinsip ekonomi, dengan modal yang begitu kecil, mereka akan memperoleh hasil yang mungkin luar biasa, dan sesuai dengan teori marketing, bahwasannya kita harus mengetahui saat dan tempat yang tepat untuk memasarkan produk kita.
bersyukkurlah juga karena masih ada yang mau menerima amal baik kita, walaupun terkadang kita memberi hanya di saat-saat tertentu saja. Semoga saja kita nggak pelit-pelit amat

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: